Berbicara soal kebudayaan, setiap daerah
atau wilayah pastinya memiliki kebudayaan masing - masing yang menjadi ciri
khas daerah. Seperti halnya Reog Ponorogo yang menjadi ciri khas Kota Ponorogo,
Kota Ponorogo juga disebut Kota Reog. Tapi kali ini tidak akan membahas soal
reog ataupun Ponorogo. Yah, dalam artikel ini akan dibahas soal kebudayaan yang
ada di Madiun. Madiun memiliki berbagai kebudayaan semacam Pencak Silat,
Kesenian Dongkrek. Sedangkan ciri khas soal makanan madiun juga memiliki
makanan khas seperti sambel pecel, brem dan lain-lain. Bahkan Kota Madiun
disebut kota brem. Dalam artikel ini akan dibahas lebih mendalam soal kesenian
Dongkrek. Bicara soal dongkrek sebagai
warga Madiun pastinya tidak asing dengan kesenian tersebut. Selain menarik kesenian
dongkrek ini memiliki petuah atau nasehat yang positif yang digambarkan dalam
pementasaanya
.
.
![]() |
Alat Musik Beduk dan Krek
|
Kesenian dongkrek ialah sebuah seni
tradisi yang menggabungkan unsur tari, drama, dan musik. Kesenian asli Madiun ini disebut seni dongkrek
bermulai dari bunyi atau suara yang dihasilkan oleh perpaduan dua alat musik
tradisional yang mengiringinya. Yakni bunyi “Dung” yang dihasilkan dari beduk
atau kendang yang dipukul dan bunyi “Krek” dari alat musik yang disebut korek.
Alat musik korek ini berbentuk bujur sangkar yang terbuat dari kayu, di sisinya
terdapat tangkai kayu yang bergerigi dan jika digesek akan berbunyi krek.
Dari
perpaduan dua bunyi itulah lantas masyarakat masyarakat menyebut kesenian ini
kesenian dongkrek. Perpaduan bunyi tersebut digunakan Raden Ngabeh Hilo
Prawirodipuro untuk mengusir setan yang menyebabkan wabah dan bencana alam
sekitar tahun 1867 di Medjayan. Namun, dalam perkembangannya kesenian dongkrek
juga menggunakan komponen alat musik lainnya sepersti gong besi, gong kempul, kenong,
kentongan, dan kendang.
![]() |
| Tiga Pemain Dongkrek Dengan Karakter Topeng Mereka |
Di setiap pementasan dongkrek, terdapat tiga penari
yang menggunakan topeng. Ada topeng raksasa atau buto yang bermuka seram. Ada topeng perempuan yang menguyah kapur sirih yang melambangkan cibiran, serta topeng
orang tua yang melambangkan kebajikan. Ketika atraksi digelar, kesenian ini
akan menampilkan fragmentasi pertarungan seru dalam kehidupan, antara kebaikan
dan kejahatan. Ada orang bajik yang bertarung
dengan buto yang hendak menyebarkan keburukan. Dan akan ada pihak yang
mencibir niat – niat jelek (wanita bertopeng). Ada juga pemusik yang seakan
akan mengalunkan do’a – do’a keselamatan. Di zaman globalisasi ini fungsi
dongkek sudah bergeser dari ritual menjadi perayaan yang dipertontonkan untuk
masyarakat umum.
Kesenian dongkrek sangat menarik, biasanya ditampilkan
di acara – acara pentas kebudayaan. Bahkan Kesenian Dongkrek pernah dipentaskan
di Istana Merdeka Jakarta. Kita sebagai warga Madiun patut bangga mempunyai
kesenian semacam itu. Sanggar kesenian dongkrek sekarang banyak, di luar Madiun
pun juga ada. Tidak jarang pementasan kesenian dongkrek juga dijadikan
perlombaan antar sekolah di Madiun, hal tersebut dilakukan sebagai upaya
pelestarian kesenian dongkrek di kota aslinya.
.jpg)
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar